MUI Gresik - Dalam kehidupan sehari-hari, manusia kerap dihadapkan pada berbagai urusan yang terasa berat dan kebutuhan yang tak kunjung selesai. Pada saat seperti itulah doa menjadi sandaran paling menenangkan, sebagai bentuk pengakuan bahwa hanya Allah yang mengetahui keadaan hamba-Nya dan mampu memberi kemudahan dalam setiap urusan.
Salah satu doa yang indah dibaca ketika menghadapi kesulitan dan banyak kebutuhan hidup adalah doa yang dinukil para ulama dari khazanah kitab klasik. Doa ini memuat permohonan kemudahan, keselamatan, perlindungan dari keburukan, serta agar hati tidak terjebak menjadikan dunia sebagai tujuan utama kehidupan.
اَللّٰهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نَحْنُ فِيْهِ وَمَا نَطْلُبُـهُ وَنَرْتَجِيْـهِ مِنْ رَحْمَتِكَ فِيْ أَمْرِنَا كُلِّهِ فَيَسِّرْ لَنَا مَا نَحْنُ فِيْهِ مِنْ سَفَرِنَا وَمَا نَطْلُبُهُ مِنْ حَوَائِجِـنَا وَقَرِّبْ عَلَيْنَا الْمَسَافَاتِ وَسَلِّمْنَا مِنَ الْعِلَلِ وَاْلاٰفَاتِ وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّـنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Allâhumma innaka ta‘lamu mâ naḫnu fîhi wa mâ nathlubuhu wa nartajîhi min raḫmatika fî amrinâ kullihi fayassir lanâ mâ naḫnu fîhi min safarinâ wa mâ nathlubuhu min ḫawâijinâ wa qarrib ‘alainâ al-masâfâti wa sallimnâ minal ‘ilali wal âfâti wa lâ taj‘alid dunyâ akbara hamminâ wa lâ mablagha ‘ilminâ wa lâ tusallith ‘alainâ man lâ yarḫamunâ bi raḫmatika yâ arḫamar râḫimîn(a), washallallâhu ‘alâ sayyidinâ muḫammadin wa âlihi wa shaḫbihi wa sallam(a)
“Ya Allah, sungguh Engkau mengetahui keadaan yang sedang kami hadapi, dan mengetahui apa yang kami cari dan harapkan dari rahmat-Mu dalam semua urusan kami. Karena itu, permudahkanlah perjalanan kami dan pemenuhan keperluan-keperluan kami. Dekatkanlah jarak perjalanan kami, selamatkanlah kami dari segala penyakit dan kerusakan. Janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai perhatian terbesar kami dan puncak pengetahuan kami. Janganlah Engkau kuasakan atas kami orang yang tidak menyayangi kami dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih sebaik-baik yang mengasihani! Semoga Allah swt mencurahkan rahmat dan keselamatan atas junjungan kami, Nabi Muhammad saw, keluarganya, dan sahabat-sahabatnya.”
Doa ini mengajarkan adab penting dalam berdoa, yakni mengawali dengan pengakuan bahwa Allah Maha Mengetahui keadaan hamba-Nya. Kalimat tersebut mengandung makna tawakal yang dalam, sekaligus keyakinan bahwa segala kebutuhan dan keselamatan berada dalam kuasa-Nya.
Selain memohon kemudahan urusan, doa ini juga memuat permohonan agar dijauhkan dari penyakit, marabahaya, serta dijaga dari sikap berlebihan mencintai dunia. Inilah yang menjadikan doa ini bukan sekadar doa biasa, tetapi doa menyeluruh untuk ketenangan hidup seorang Muslim.
Bagi kaum Muslimin, membaca doa ini dapat menjadi amalan ketika menghadapi urusan penting atau saat merasa beban hidup terasa berat. Kandungan maknanya sangat relevan dengan kondisi manusia yang selalu membutuhkan pertolongan Allah dalam setiap fase kehidupan.
Untuk mendapatkan artikel keislaman lainnya yang mencerahkan dan bersumber dari khazanah ulama, kunjungi muigresik.or.id dan temukan ragam panduan ibadah, dakwah, serta informasi keumatan yang bermanfaat.
*Referensi Kitab Syawariqul Anwar karya Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki.
