Search

Mendidik Anak Tidak Cukup dengan Sekolah, Perlukah Tirakat Orang Tua?

KONSULTASI - Setiap orang tua tentu menginginkan anak yang cerdas, berprestasi, dan berakhlak mulia. Karena itu, tidak sedikit yang rela bekerja keras demi menyekolahkan anak hingga jenjang tertinggi. Namun, pendidikan formal saja tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas akhlak seseorang.

Islam mengajarkan bahwa keberhasilan mendidik anak tidak hanya membutuhkan biaya dan pendidikan, tetapi juga doa, ketakwaan, serta keteladanan orang tua. Lalu, apakah tirakat orang tua memiliki pengaruh dalam membentuk akhlak dan kesalehan anak? Berikut penjelasannya.

Pertanyaan

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Kyai, selamat pagi. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang.

Selanjutnya, banyak di masyarakat kita yang beramai-ramai menyekolahkan anaknya. Namun setelah lulus sekolah, untuk masalah akhlaknya masih biasa-biasa saja.

Pertanyaan saya, Kiyai, apakah orang tua ikut serta untuk menyirakatinya, padahal kadang untuk tirakat yang berat-berat itu masih wegah?

Kemudian dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 9 terdapat potongan ayat:

فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا

Dari ayat tersebut, apakah bisa digunakan untuk tirakat orang tua pada anaknya, Kyai? Yang intinya orang tua harus bertakwa dan selalu mendidik anaknya dengan berbicara yang baik. Mohon penjelasannya. Matur nuwun. (Ahmad, Mojokerto)

Jawaban

Wa'alaikumsalam Wr. Wb

Bapak Ahmad yang budiman, terima kasih atas pertanyaannya, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan perlindunganNya kepada kita semua

Tirakat dalam pengertian yang benar bukan sekadar menahan diri dari makan, tidur, atau melakukan amalan-amalan tertentu yang berat. Jika ditelusuri dari asal katanya, tirakat berkaitan dengan makna taraka (meninggalkan), yaitu meninggalkan hal-hal yang dapat menghalangi seseorang dari kedekatan kepada Allah. Karena itu, hakikat tirakat lebih dekat kepada mujahadah, yakni perjuangan menundukkan hawa nafsu dan melatih diri agar istiqamah dalam ketaatan.

Dalam mendidik anak agar menjadi pribadi yang saleh dan berakhlak baik, orang tua tidak cukup hanya mencukupi kebutuhan pendidikan duniawi. Orang tua juga perlu melakukan tirakat untuk anak-anaknya.

Tirakat yang dimaksud bukan harus berupa amalan yang sulit atau di luar kemampuan, tetapi berupa kesungguhan dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah sambil memohon kebaikan bagi putra-putrinya.

Misalnya, orang tua membiasakan shalat berjamaah tepat waktu dan mendoakan anak setelah shalat. Ada pula yang melatih dirinya dengan puasa sunnah Senin-Kamis sambil memohon agar anaknya diberi hati yang lembut dan mudah menerima kebenaran. Membaca Al-Qur'an setiap hari, memperbanyak sedekah, menjaga lisan dari perkataan buruk, bangun malam untuk berdoa, serta memperbanyak istighfar juga termasuk bentuk tirakat yang sangat mulia.

Sering kali orang tua rela bekerja keras demi biaya sekolah anak, tetapi kurang bersemangat dalam melakukan tirakat ruhani untuk masa depan akhlak mereka. Padahal ilmu tanpa akhlak yang baik tidak akan memberikan manfaat yang sempurna.

Oleh sebab itu, selain berusaha memberikan pendidikan terbaik, hendaknya orang tua juga berjuang dengan doa dan ibadah. Sebab hati anak berada dalam genggaman Allah, dan Allah mampu membolak-balikkan hati sesuai kehendak-Nya.

Maka, jika menginginkan anak yang taat, berakhlak mulia, menghormati orang tua, dan bermanfaat bagi agama serta masyarakat, jangan lupa untuk mentirakatinya dengan memperbanyak amal saleh, shalat berjamaah, puasa sunnah, membaca Al-Qur'an, bersedekah, berdzikir, dan berdoa merupakan tirakat yang ringan dilakukan tetapi besar pengaruhnya.

Semoga dengan kesungguhan orang tua dalam bermujahadah dan berdoa, Allah menjadikan anak-anak sebagai generasi yang saleh, penyejuk hati keluarga, dan penyelamat kedua orang tuanya di dunia maupun akhirat. Aamiin.

Demikian jawaban yang bisa kami sampaikan semoga bisa memberikan pencerahan, amin. (Dijawab oleh KH. Hakim Nasih, Wakil Ketua Komisi Fatwa, Hukum dan Pengkajian MUI Kabupaten Gresik).

Kunjungi muigresik.or.id untuk membaca konsultasi keislaman dan informasi dakwah lainnya. Pertanyaan keagamaan juga dapat disampaikan melalui layanan MUI Gresik di 0812-3999-6303.