Search

Safari Ramadhan MUI Kecamatan Gresik Kupas Tuntas Fikih Wanita

MUI Gresik - Semangat memperkuat literasi keagamaan muslimah mewarnai kegiatan yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Gresik bersama Majlis Taklim Baitussalam di wilayah Kelurahan Lumpur, Kamis (28/02/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus silaturahmi bagi lebih dari 150 jamaah perempuan untuk memperdalam pemahaman seputar sholat dan fikih iddah sebagai bekal menjalani kehidupan sesuai tuntunan syariat Islam.

Kegiatan dibuka oleh pimpinan Majlis Taklim Baitussalam yang juga anggota Komisi Pemberdayaan Perempuan MUI Kecamatan Gresik, Ustadzah Mursyidah dan dipandu oleh Ustadzah Lailatul Fitriyah selaku pembawa acara.

Kajian inti menghadirkan Ustadzah Aini Rohmah sebagai pemateri utama. Dalam sesi pertama, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas sholat, baik fardhu maupun sunnah seperti Tarawih dan Tahajud.

“Ramadhan merupakan momentum emas untuk memperbaiki kekhusyukan dan meningkatkan kualitas ubudiyah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT,” ujarnya.

Pada sesi kedua, pembahasan berlanjut pada hukum iddah bagi wanita. Ustadzah Aini menjelaskan secara rinci perbedaan masa tunggu antara wanita yang bercerai (cerai hidup) dan wanita yang ditinggal wafat suami.

“Iddah bukan sekadar aturan formalitas, melainkan bentuk penghormatan syariat terhadap kesucian rahim dan menjaga kejelasan nasab,” jelasnya di hadapan para jamaah.

Ustadzah Aini juga memaparkan bahwa masa iddah bagi wanita yang ditinggal wafat suami adalah empat bulan sepuluh hari, sedangkan bagi wanita yang dicerai adalah tiga kali masa suci.

“Selain aspek fikih, hikmah di balik ketentuan tersebut adalah memberi ruang bagi perempuan untuk menata hati serta peluang rujuk dalam kondisi tertentu,” katanya.

Ketua MUI Kecamatan Gresik, KH. Khoirul Anam Rissah, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Alhamdulillah, untuk kedua kalinya kami dapat melaksanakan Safari Ramadhan dan halaqah dakwah khusus perempuan sehingga lebih menyentuh kebutuhan mereka, khususnya di bidang ubudiyah dan kewanitaan,” kata Kiai Anam Rissah.

Mengenai kolaborasi dakwah ke depan, Kiai Anam Rissah juga berharap, MUI Kecamatan Gresik bisa menjangkau kalangan pekerja perempuan dan wanita karier.

Tampak hadir juga beberapa pengurus MUI Kecamatan Gresik, diantaranya Ustadzah Hj. Dewi Farah Adiba, S.Pd.I., Ustadzah Rida Meilana Wahyuni, Ustadzah Zulfiah, dan Ustadzah Eka Mei Tasari dan Ust. M. Chusnul Arif, S.Pd.I.