MUI Gresik - Safari Ramadhan yang digelar MUI Kecamatan Kebomas tahun ini berlangsung lebih semarak dan penuh makna. Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Roudlotul Jannah, Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Senin (23/2/2026), sekaligus menjadi momentum penguatan kepedulian sosial dan sinergi pembangunan daerah.
Safari Ramadhan kali ini terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Bupati Gresik, Wakil Bupati Gresik, Ketua Umum MUI, Pimpinan Ormas Islam, Pimpinan OPD, unsur Forkopimcam, Kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan Kebomas, serta jajaran pengurus MUI Kebomas.
Ketua MUI Kecamatan Kebomas, KH. M. Muchsin Munhamir, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Safari Ramadhan yang untuk pertama kalinya digelar oleh kepengurusan masa khidmat 2025-2030.
“Selama ini Safari Ramadhan dari MUI Kebomas lebih pada pengenalan personal dan pencerahan wawasan keagamaan. Namun kali ini ada langkah konkret berupa santunan kepada anak yatim. Ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial,” ungkapnya.
Kegiatan santunan yatim menjadi salah satu momen haru dalam Safari Ramadhan tersebut. Semangat berbagi di bulan suci diharapkan semakin memperkuat ukhuwah dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Camat Kebomas, Tri Joko Efendi, berharap Safari Ramadhan berikutnya juga menjadi ruang regenerasi dakwah, khususnya dengan melibatkan generasi muda sebagai pengisi kultum.
“Safari Ramadhan selanjutnya yang direncanakan di masjid milik Muhammadiyah, diupayakan pengisi kultumnya dari generasi muda yang berbakat, sehingga proses regenerasi bisa berjalan,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan komitmennya bersama Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, untuk mempercepat pembangunan infrastruktur sebagai agenda strategis utama tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian Safari Ramadhan bersama Forkopimda Gresik. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Gresik telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,8 triliun untuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan, baik Jalan Poros Desa (JPD) maupun jalan kabupaten.
“Untuk tiga tahun ke depan kami konsentrasi pada perbaikan jalan. Selain itu, perbaikan infrastruktur pendidikan dan rumah tidak layak huni (RTLH). Safari Ramadhan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sosialisasi program pemerintah agar selaras dengan kebutuhan warga,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pembenahan jalan tidak dilakukan secara parsial. Pemerintah daerah menghindari perbaikan setengah-setengah agar hasilnya benar-benar tuntas dan berdampak jangka panjang, terutama pada konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami menargetkan tahun 2028 kondisi jalan mantap. Tahun ini difokuskan pada skala prioritas, salah satunya jalan poros desa,” tandasnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib.
