MUI GRESIK - Transformasi digital dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriyah terus diperkuat Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui optimalisasi platform Kawal Haji dan Command Center Haji 2026 guna meningkatkan kualitas layanan dan pelindungan jamaah di Tanah Suci.
Digitalisasi tersebut difokuskan pada penguatan sistem pelaporan, pengawasan, serta percepatan respons layanan agar seluruh kebutuhan jamaah dapat ditangani secara lebih cepat, terukur, dan berbasis data.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan hingga hari ke-22 masa operasional haji, seluruh layanan bagi jamaah berjalan dengan baik, mulai dari proses pemberangkatan di Tanah Air hingga layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, dan pembinaan ibadah di Arab Saudi.
“Hari ini kita memasuki hari ke-22 masa operasional penyelenggaraan ibadah haji. Secara umum seluruh layanan berjalan dengan baik, mulai dari pemberangkatan di Tanah Air, kedatangan di Arab Saudi, akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga pembinaan ibadah, dengan pendampingan petugas di seluruh titik layanan,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Berdasarkan data operasional terbaru, sebanyak 359 kelompok terbang (kloter) dengan total 138.879 jamaah dan 1.433 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.
Sementara itu, proses pergerakan jamaah dari Madinah menuju Makkah juga terus berlangsung secara bertahap. Hingga kini tercatat 273 kloter dengan 105.360 jamaah dan 1.092 petugas telah tiba di Makkah.
Untuk kedatangan jamaah gelombang kedua melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, tercatat sebanyak 84 kloter dengan 32.009 jamaah serta 337 petugas telah tiba dan mulai menjalani tahapan layanan operasional haji.
Selain jamaah reguler, sebanyak 6.018 jamaah haji khusus juga telah berada di Arab Saudi dan menjalankan rangkaian ibadah sesuai jadwal masing-masing.
Dalam mendukung penguatan layanan dan pelindungan jamaah, Kemenhaj mengoptimalkan platform digital Kawal Haji yang dapat dimanfaatkan jamaah maupun petugas untuk menyampaikan laporan, informasi, serta kendala layanan selama di Tanah Suci.
“Melalui Kawal Haji, setiap laporan yang masuk dapat dipantau, diteruskan, dan ditindaklanjuti lebih cepat sesuai kewenangan petugas di lapangan. Ini adalah bentuk komitmen kami agar setiap suara jamaah dapat segera ditangani,” jelasnya.
Selain itu, Kemenhaj juga memperkuat fungsi Command Center Haji 2026 sebagai pusat kendali internal penyelenggaraan ibadah haji yang memantau berbagai aspek layanan secara terintegrasi.
Pusat kendali tersebut memantau pergerakan jamaah, data kloter, sektor, akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga berbagai informasi lapangan yang membutuhkan penanganan cepat.
“Dengan sistem ini, pengawasan tidak lagi hanya dilakukan secara manual, tetapi berbasis data dan informasi yang terintegrasi. Tujuannya jelas, agar setiap layanan dapat dipantau lebih dekat dan setiap kendala dapat segera direspons secara cepat dan tepat,” lanjutnya.
Menjelang fase puncak haji, Kemenhaj mengimbau jamaah agar menjaga kesehatan, menghemat tenaga, dan mengikuti arahan petugas demi kelancaran ibadah.
“Fase puncak haji membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual. Kami mengimbau jamaah untuk mengutamakan ibadah wajib, memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, cukup minum, dan segera melapor jika mengalami kendala layanan,” tegas Maria.
Kemenhaj juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah, baik di Tanah Air maupun di Arab Saudi.
“Transformasi digital ini kami hadirkan untuk memastikan layanan haji semakin cepat, responsif, transparan, dan benar-benar berpihak kepada jamaah,” tutupnya.
*Laporan jurnalis MUI Digital (MUI Pusat), langsung dari Makkah, Arab Saudi.
